, South Korea
157 views

South Korea’s electricity demand up by around 3% in 2022

Renewables and nuclear mainly catered to the demand growth.

South Korea saw strong growth in electricity demand in 2022 by about 3% led by the commercial, services and industrial sectors, largely met by renewable energy and nuclear generation.

In a report, the International Energy Agency (IEA) said the country’s renewables rose by around 26% year-on-year (YoY) to bring its share in the electricity generation mix to around 8%. 

READ MORE: South Korea eyes energy cooperation with Poland, Czech Republic

Nuclear, meanwhile, increased by 15% YoY, bringing its share in the total mix to 29%.

The share of coal declined to 33% and gas to 29%.

IEA added that renewables in the country are seen to increase to 12% of the mix and nuclear to 32%. Gas and coal shares are expected to decline by 27% and 29%, respectively.

South Korea’s demand is expected to grow around 1% to 2% to 2025, it said.

Follow the link for more news on

PT Jawa Satu Power mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga LNG sebesar 1.760 MW di Indonesia

Pembangkit ini dapat memproduksi listrik untuk 4,3 juta rumah tangga.

Barito Wind Energy mengakuisisi mayoritas saham di PT UPC Sidrap Bayu Energi

Perusahaan ini akan memegang saham sebesar 99,99% di perusahaan tersebut.

Grup NEFIN bekerja ekstra keras dalam mengejar proyek-proyeknya

CEO Glenn Lim menjelaskan bagaimana keterlambatan berubah menjadi hal baik karena perusahaan bertujuan mencapai kapasitas 667 MW pada 2026.

Summit Power International menyediakan dukungan LNG yang vital untuk Bangladesh

Tanpa pasokan listrik cross-border, LNG diperlukan oleh negara yang menghadapi kendala geografis untuk menerapkan sumber energi terbarukan.

JERA, mitra unit PT PLN untuk pengembangan rantai nilai LNG

MOU juga mencakup studi kemungkinan konversi ke hidrogen, rantai nilai amonia.

VOX POP: Bagaimana teknologi vehicle-to-grid dapat meningkatkan transisi energi?

Teknologi vehicle-to-grid (V2G) dipandang sebagai inovasi revolusioner menuju ketahanan jaringan listrik dan peningkatan transisi energi yang kokoh.

IDCTA: Partisipasi global dapat meningkatkan penjualan kredit karbon Indonesia

Pasar karbon Indonesia yang baru dibuka memiliki sebanyak 71,95% kredit karbon yang belum terjual pada akhir 2023.

Bagaimana Asia Tenggara dapat mencapai potensi biogasnya

Kawasan ini hanya memiliki sekitar satu gigawatt kapasitas dengan Thailand, Indonesia, dan Malaysia memimpin dalam hal produksi.