, Singapore
287 views
Photo from Keppel and GlobalFoundries.

Keppel inks multi-year PPA with GlobalFoundries

The PPA is seen to commence on 1 May 2024.

Keppel’s Infrastructure Division signed a multi-year power purchase agreement with (GF) to provide 150 megawatts (MW) to 180 MW to GF’s Singapore site from the upcoming Keppel Sakra Cogen Plant.

In a statement, the companies said GF is expected to be a long-term off-taker of the power plant that is expected to be completed by 2026.

ALSO READ: Singapore faces cost, investment hurdles in hydrogen push

The company is expected to secure around 25% of the power plant’s generation capacity for over 15 years.

The power plant, a hydrogen-ready combined cycle facility, will be one of the “most advanced and energy-efficient power plants in Singapore.

This will help GF cut its emissions in the Singapore site by 10% or up to 70,000 tonnes of carbon dioxide emissions annually.

PT Jawa Satu Power mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga LNG sebesar 1.760 MW di Indonesia

Pembangkit ini dapat memproduksi listrik untuk 4,3 juta rumah tangga.

Barito Wind Energy mengakuisisi mayoritas saham di PT UPC Sidrap Bayu Energi

Perusahaan ini akan memegang saham sebesar 99,99% di perusahaan tersebut.

Grup NEFIN bekerja ekstra keras dalam mengejar proyek-proyeknya

CEO Glenn Lim menjelaskan bagaimana keterlambatan berubah menjadi hal baik karena perusahaan bertujuan mencapai kapasitas 667 MW pada 2026.

Summit Power International menyediakan dukungan LNG yang vital untuk Bangladesh

Tanpa pasokan listrik cross-border, LNG diperlukan oleh negara yang menghadapi kendala geografis untuk menerapkan sumber energi terbarukan.

JERA, mitra unit PT PLN untuk pengembangan rantai nilai LNG

MOU juga mencakup studi kemungkinan konversi ke hidrogen, rantai nilai amonia.

VOX POP: Bagaimana teknologi vehicle-to-grid dapat meningkatkan transisi energi?

Teknologi vehicle-to-grid (V2G) dipandang sebagai inovasi revolusioner menuju ketahanan jaringan listrik dan peningkatan transisi energi yang kokoh.

IDCTA: Partisipasi global dapat meningkatkan penjualan kredit karbon Indonesia

Pasar karbon Indonesia yang baru dibuka memiliki sebanyak 71,95% kredit karbon yang belum terjual pada akhir 2023.

Bagaimana Asia Tenggara dapat mencapai potensi biogasnya

Kawasan ini hanya memiliki sekitar satu gigawatt kapasitas dengan Thailand, Indonesia, dan Malaysia memimpin dalam hal produksi.