, China

Sunergy to supply 120MW of PV Modules to Ecoware

 

China Sunergy will supply 120 MW of PV modules to Ecoware S.P.A. from the fourth quarter of 2010 to the third quarter of 2011.


The modules to be supplied are of the CEEG brand.


China Sunergy acquired two modules companies in November, the CEEG Solar Science & Technology Co., Ltd and CEEG New Energy Co., Ltd., have built a steady supplying relationship with Ecoware S.p.A. over the
past three years.

"We are very pleased to continue our partnership with Ecoware S.P.A., a loyal client of these two acquired module companies in the past and now a client of China Sunergy. The signing of the agreement will further strengthen our successful cooperation and increase our share in the Italian PV market,"
Mr. Stephen Zhifang Cai, CEO of China Sunergy, commented.

China Sunergy has so far engaged to collectively deliver over 600 MW of PV module contracts for 2011.
 

Follow the link for more news on

PT Jawa Satu Power mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga LNG sebesar 1.760 MW di Indonesia

Pembangkit ini dapat memproduksi listrik untuk 4,3 juta rumah tangga.

Barito Wind Energy mengakuisisi mayoritas saham di PT UPC Sidrap Bayu Energi

Perusahaan ini akan memegang saham sebesar 99,99% di perusahaan tersebut.

Grup NEFIN bekerja ekstra keras dalam mengejar proyek-proyeknya

CEO Glenn Lim menjelaskan bagaimana keterlambatan berubah menjadi hal baik karena perusahaan bertujuan mencapai kapasitas 667 MW pada 2026.

Summit Power International menyediakan dukungan LNG yang vital untuk Bangladesh

Tanpa pasokan listrik cross-border, LNG diperlukan oleh negara yang menghadapi kendala geografis untuk menerapkan sumber energi terbarukan.

JERA, mitra unit PT PLN untuk pengembangan rantai nilai LNG

MOU juga mencakup studi kemungkinan konversi ke hidrogen, rantai nilai amonia.

VOX POP: Bagaimana teknologi vehicle-to-grid dapat meningkatkan transisi energi?

Teknologi vehicle-to-grid (V2G) dipandang sebagai inovasi revolusioner menuju ketahanan jaringan listrik dan peningkatan transisi energi yang kokoh.

IDCTA: Partisipasi global dapat meningkatkan penjualan kredit karbon Indonesia

Pasar karbon Indonesia yang baru dibuka memiliki sebanyak 71,95% kredit karbon yang belum terjual pada akhir 2023.

Bagaimana Asia Tenggara dapat mencapai potensi biogasnya

Kawasan ini hanya memiliki sekitar satu gigawatt kapasitas dengan Thailand, Indonesia, dan Malaysia memimpin dalam hal produksi.